1. SINOPSIS

ATHEIS

Karya : Achdiat Kartamiharja

 

Hasan adalah pemuda desa yang taat pada agama, lugu dan selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Dia dibesarkan oleh seorang keluarga berdarah sunda yang sederhana namun taat pada agama, sehingga Hasan tumbuh menjdi pemuda yang berilmu agama yang cukup kuat dan juga sebagai pemuda lugu yang tidak suka berfoya-foya.

Suatu hari, dia melanjutkan sekolah di Bandung yaitu MULO. Saat bersekolah di Bandung, Hasan mulai jatuh cinta kepada gadis yang cantik bernama Rukmini. Akan tetapi, ketika Hasan sedang dimabuk cinta dengan Rukmini, dia harus mendengar kabar bahwa Rukmini dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang saudagar kaya dari Jakarta. Hasan sangat sedih dan frustasi, tetapi ia tetap istiqomah dan tidak lari dari agamanya, sebaliknya dia malah semakin taat pada agama.

Setelah kejadian itu, Hasan bertemu dengan teman teman kecilnya, Rusli. Lalu Rusli mengenalkan seorang janda cantik yang wajahnya mirip dengan Rukmini wanita tersebut bernama Kartini. Hasan merasa bahwa Rusli adalah seseorang yang menganut matrealisme, sedangkan Kartini adalah wanita yang menganut pergaulan bebas. Dengan ilmu agama yang dia punya, Hasan sadar bahwa dia harus mencoba menyadarkan mereka akan tetapi hasan selalu menemui kegagalan, karena tempat dimana mereka hidup dipenuhi dengan orang-orang yang berfikir seperti Rusli dan kartini.

Suatu ketika Hasan bertemu dengan teman Kartini yaitu Anwar, Anwar adalah seorang yang menganut Atheis. Pertama-tama Hasan tidak terpengaruh dengan cara fikir anwar itu, tetapi setelah beberapa lama Hasanpun mulai terpengaruh. Sikap atheis Hasan yang yang tidak percaya keberadaan Tuhan itu semakin memuncak ketika Hasan mulai jatuh cinta dengan Kartini yang dianggap Hasan memiliki kesamaan sifat dengan Rukmini. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah tanpa ada saksi-saksi, hingga Hasanpun diusir oleh orangtuanya.

setelah menikah, Hasan mengalami cukup sering pertengkaran dengan Kartini. Hasan berfikir bahwa Kartini tetap tidak bias merubah sikap pergaulan bebasnya itu meski sudah menikah. Sikapnya dengan Anwarpun dianggap Hasan sebagai sesuau yang berlebihan dan hal ini membuat Hasan cemburu. Akhirnya Hasan dan Kartinipun memutuskan untuk bercerai. Dengan kejadian ini, Hasan kembali merasa membutuhkan Tuhan, dia butuh agama untuk menenangkan hatinya.

Akhirnya, Hasan memutuskan kembali kerumah orangtuanya, dia sangat sedih, menyesal, dan merasa sangat ingin minta maaf. Tetapi ketika dirumah orangtuanya Hasan menemukan ayahnya tengah sakit parah. Dia sangat  sedih, terus-menerus dia meminta maaf kepada ayahnya sampai akhirnya ayahnya meninggal dan hasan merasa ayahnya belun memaafkannya.

Hasan sangat sedih, menyesal juga marah dan dendam kepada Anwar yang dianggapnya sebagai penghasut dirinya menjadi Atheis hingga akhirnya ayahnya meninggal alam keadaan marah padanya.

Tetapi pada saat Hasan berusaha utuk membuat perhitungan dengan Anwar , Hasan tertembak dipunggungnya dan dia meninggal ditempat kejadian akhirnya Hasan meninggal dengan rasa sesal yang mendalam .

 

 

 

2. UNSUR INSTRINSIK

Tema                           : Agama

Alur                             : maju – mundur

Karena pada novel tersebut menceritakan kehidupan     Hasan sekarang, lalu kembali lagi ke masa lalu.

Setting                         : tempat  –  Desa / kampung

- KotaBandung

Suasana   – menyedihkan

- tegang atau dendam

 

sudut pandang            : orang ke tiga

tokoh                           :                 – Hasan

- Rusli

- Anwar

- Kartini

- Rukmini

- Ayah hasan

Perwatakan                 : Hasan                        : taat beragama, lugu, sederhana

Rusli                         : matrealisme

Kartini                       : menganut pergaulan bebas

Anwar                       : Atheis (tidak percaya Tuhan)

Rukmini                    : lugu, penurut, dan sederhana

Ayah/orangtua Hasan: taat beragama, sederhana.

Amanat                       :

harus tetap mengingat Allah dalam keadaan    apapun,karena Allah adalah penuntun hidup kita. Dan juga harus selalu mendengar apa yang dikatakan orangtua,karena itu adalh yang terbaik untuk kita dan juga harus teguh dengan agama yang kita anut